TamuBetMPOATMKebahagiaan Lewat Kejutan MenguntungkanAhli Kode Mahjong Wins 3 Beri Bocoran EksklusifRahasia Pancingan 7 Spin
Bisnis

Cara membuat surat lamaran kerja tulis tangan

Dalam era digital yang serba cepat ini, kadang kita lupa bahwa sentuhan personal masih memiliki kekuatan luar biasa. Salah satunya adalah surat lamaran kerja tulis tangan. Mungkin terdengar kuno bagi sebagian orang, namun bagi rekruter tertentu, surat ini justru menjadi filter pertama yang menunjukkan keseriusan dan dedikasi seorang pelamar.

Anda mungkin bertanya-tanya, “Apakah masih relevan?” atau “Bagaimana caranya agar surat tulis tangan saya tidak terlihat asal-asalan?” Jangan khawatir, Anda berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda untuk memahami cara membuat surat lamaran kerja tulis tangan yang profesional, berkesan, dan efektif.

Mari kita selami setiap detailnya, sehingga Anda bisa melangkah dengan percaya diri saat mengirimkan lamaran Anda.

Memahami Esensi dan Persiapan Awal Surat Tulis Tangan

Sebelum kita mulai menulis, penting untuk memahami mengapa sebuah perusahaan mungkin meminta surat lamaran kerja tulis tangan. Ini bukan hanya formalitas, melainkan sebuah ujian kecil. Ujian untuk melihat ketelitian, kesabaran, kerapian, dan tingkat komitmen Anda.

Surat tulis tangan menunjukkan bahwa Anda meluangkan waktu dan usaha ekstra, sebuah karakteristik yang sangat dihargai oleh banyak perusahaan. Ini juga bisa menjadi cara untuk melihat sekilas kepribadian Anda melalui gaya tulisan.

Hal-Hal yang Perlu Anda Persiapkan

  • Pahami Lowongan Pekerjaan: Baca dengan seksama persyaratan dan deskripsi pekerjaan. Ini akan membantu Anda menyesuaikan isi surat agar relevan.

  • Siapkan Draf Digital: Sangat disarankan untuk mengetik draf surat Anda terlebih dahulu di komputer. Ini memungkinkan Anda menyusun kata-kata, mengoreksi tata bahasa, dan memastikan semua poin penting tercakup sebelum menuliskannya di kertas.

  • Kertas dan Pena Berkualitas: Ini krusial! Saya sering melihat pelamar yang gagal menciptakan kesan pertama karena menggunakan kertas lusuh atau pena yang bocor. Pilih kertas polos (tanpa garis), warna putih atau krem, dengan ketebalan yang baik (minimal 80 gsm).

    Untuk pena, gunakan tinta hitam atau biru. Hindari pena gel yang mudah luntur atau pena bolpoin murah yang tintanya sering putus-putus. Pena tinta pilot atau pena rollerball seringkali menjadi pilihan yang baik karena menghasilkan tulisan yang rapi dan konsisten.

  • Amplop dan Materai (jika diperlukan): Siapkan amplop standar (coklat atau putih) yang bersih dan tidak kusut. Pastikan Anda memiliki materai yang cukup jika surat akan dikirim via pos.

Struktur Surat Lamaran Tulis Tangan yang Komprehensif

Sama seperti surat lamaran kerja digital, surat tulis tangan juga harus mengikuti struktur formal yang baku. Ini menunjukkan profesionalisme Anda dan memudahkan rekruter dalam mencari informasi penting.

Anggap surat Anda sebagai sebuah presentasi diri yang tertulis; setiap bagian memiliki peran vital untuk menyampaikan pesan Anda secara efektif.

Bagian-Bagian Penting yang Tidak Boleh Terlewat

  • Tanggal Penulisan Surat: Tulis di pojok kanan atas, formatnya: Tanggal, Bulan, Tahun (misalnya: 17 Oktober 2023).

  • Alamat Pengirim (Data Diri Anda): Tulis lengkap nama, alamat, nomor telepon, dan email Anda di pojok kiri atas, di bawah tanggal.

  • Alamat Penerima: Tulis kepada siapa surat ini ditujukan. Biasanya “Yth. Bapak/Ibu [Nama Jabatan Rekruter atau HRD] [Nama Perusahaan] [Alamat Perusahaan]”. Pastikan nama dan alamat perusahaan benar!

  • Salam Hormat dan Perihal: Gunakan “Dengan Hormat,” diikuti perihal surat Anda, misalnya “Perihal: Lamaran Pekerjaan [Nama Posisi]”.

  • Paragraf Pembuka: Langsung ke inti. Sebutkan posisi yang Anda lamar dan dari mana Anda mendapatkan informasi lowongan tersebut. Contoh: “Dengan hormat, saya menulis surat ini untuk melamar posisi [Nama Posisi] yang saya ketahui melalui [Sumber Informasi, misal: portal lowongan kerja ABC / iklan di surat kabar X tanggal Y].”

  • Paragraf Isi (Body): Ini adalah bagian terpenting. Di sini Anda menjelaskan mengapa Anda adalah kandidat terbaik. Hubungkan pengalaman, keterampilan, dan kualifikasi Anda dengan persyaratan pekerjaan. Jangan hanya mengulang CV, tapi ceritakan bagaimana keahlian Anda dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

    Contoh: “Sebagai seorang profesional dengan [jumlah] tahun pengalaman di bidang [bidang relevan], saya memiliki keahlian dalam [sebutkan 2-3 keahlian utama yang relevan].”

  • Paragraf Penutup: Nyatakan harapan Anda untuk dapat mengikuti tahap wawancara dan berikan ucapan terima kasih atas waktu dan perhatian rekruter. Contoh: “Besar harapan saya untuk dapat diberikan kesempatan wawancara guna menjelaskan lebih jauh mengenai potensi diri saya. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.”

  • Salam Penutup, Tanda Tangan, dan Nama Lengkap: Gunakan “Hormat Saya,” diikuti tanda tangan Anda (pastikan tidak menutupi nama), lalu nama lengkap Anda (dicetak tebal atau diberi garis bawah). Di bawah nama, tuliskan daftar lampiran yang Anda sertakan (misal: “Terlampir: Daftar Riwayat Hidup, Fotocopy Ijazah, dll.”).

Memilih Kertas dan Pena: Kesan Visual yang Profesional

Pilihan kertas dan pena Anda berbicara banyak tentang seberapa serius Anda dalam melamar pekerjaan. Ini adalah bagian dari kesan pertama yang tak terucapkan.

Bayangkan, ketika rekruter menerima tumpukan lamaran, surat yang terlihat rapi dan menggunakan material berkualitas akan lebih menonjol.

Kertas Ideal untuk Surat Lamaran Tulis Tangan

  • Jenis Kertas: Kertas HVS atau bond paper polos (tanpa garis) adalah yang terbaik. Hindari kertas buku tulis atau kertas buram.

  • Warna: Putih bersih atau krem pucat adalah pilihan yang aman dan profesional.

  • Ketebalan: Minimal 80 gsm, idealnya 100 gsm. Kertas yang lebih tebal tidak mudah kusut dan memberikan kesan premium.

  • Ukuran: Gunakan ukuran A4 standar.

Pena yang Direkomendasikan

  • Warna Tinta: Hitam atau biru. Kedua warna ini dianggap profesional.

  • Jenis Pena: Rollerball atau pena tinta pilot menghasilkan aliran tinta yang lancar dan konsisten, cocok untuk tulisan tangan yang rapi. Hindari pena gel yang mudah luntur jika terkena air atau keringat.

  • Uji Coba: Selalu uji pena Anda di kertas kosong sebelum menulis surat. Pastikan tidak ada tinta yang bocor atau macet.

Kejelasan dan Kerapian: Tulisan Tangan yang Memikat

Ini adalah tantangan utama bagi banyak orang, namun kuncinya bukan pada keindahan tulisan seperti kaligrafi. Kuncinya adalah kejelasan dan kerapian.

Rekruter harus bisa membaca surat Anda dengan mudah dan cepat. Tulisan yang sulit dibaca akan menciptakan hambatan dan bisa saja membuat lamaran Anda diabaikan.

Tips Agar Tulisan Terlihat Rapi dan Jelas

  • Konsistensi Ukuran: Usahakan agar semua huruf memiliki ukuran yang konsisten. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil.

  • Spasi Antar Kata dan Baris: Berikan jarak yang cukup antara kata dan antar baris. Spasi yang terlalu rapat membuat teks terlihat padat dan melelahkan mata.

  • Kemiringan: Jika Anda memiliki kecenderungan tulisan miring, usahakan agar kemiringan tersebut konsisten.

  • Tekanan Pena: Jangan menekan pena terlalu keras hingga menembus kertas. Tekanan yang ringan dan stabil akan menghasilkan tulisan yang lebih bersih.

  • Hindari Coretan: Ini sangat penting. Jika Anda membuat kesalahan, jangan mencoretnya. Mulai ulang di lembar kertas baru. Ini menunjukkan ketelitian dan keseriusan Anda.

    Saya pernah menerima surat yang penuh coretan, dan itu langsung mengurangi poin profesionalisme si pelamar, meskipun isinya bagus.

Merangkai Kata: Konten Surat yang Persuasif

Kerapian saja tidak cukup. Isi surat Anda harus meyakinkan rekruter bahwa Anda adalah kandidat yang tepat. Ini adalah kesempatan Anda untuk menonjolkan diri.

Fokuslah pada bagaimana Anda dapat memecahkan masalah atau memberikan nilai tambah bagi perusahaan, bukan hanya sekadar mendaftar kualifikasi.

Membuat Isi Surat yang Berdaya Jual

  • Personalisasi: Jangan gunakan format umum yang sama untuk semua perusahaan. Sesuaikan setiap surat dengan perusahaan dan posisi yang dilamar. Sebutkan nama perusahaan dan bagaimana Anda tertarik pada visi atau misi mereka.

  • Fokus pada Manfaat: Daripada hanya menulis “Saya memiliki pengalaman di bidang marketing,” ubah menjadi “Pengalaman saya selama X tahun di bidang marketing telah terbukti meningkatkan penjualan rata-rata sebesar Y%.”

  • Gunakan Kata Kunci: Sertakan kata kunci dari deskripsi lowongan kerja. Ini menunjukkan bahwa Anda membaca dan memahami apa yang dicari perusahaan.

  • Jaga Bahasa Tetap Profesional: Gunakan bahasa formal namun mudah dimengerti. Hindari singkatan atau bahasa gaul.

  • Singkat dan Padat: Idealnya, surat lamaran tulis tangan tidak lebih dari satu halaman A4. Jika memang sangat padat, maksimal dua halaman. Rekruter tidak punya banyak waktu untuk membaca esai panjang.

Proses Akhir dan Pengiriman: Final Check Anti-Gagal

Setelah selesai menulis, pekerjaan Anda belum berakhir. Tahap akhir ini sama pentingnya untuk memastikan semua usaha Anda tidak sia-sia.

Kesalahan kecil di tahap ini bisa merusak kesan yang sudah Anda bangun dengan susah payah.

Langkah-Langkah Akhir yang Wajib Dilakukan

  • Baca Ulang dengan Cermat (Proofread): Baca surat Anda berkali-kali. Cek ejaan, tata bahasa, tanda baca, dan informasi kontak. Bahkan lebih baik lagi, minta teman atau anggota keluarga untuk membacanya juga. Mata kedua bisa melihat kesalahan yang mungkin Anda lewatkan.

    Saya sering menemukan pelamar yang menulis nama perusahaan dengan salah atau tanggal yang keliru. Detail kecil ini sangat berpengaruh.

  • Pastikan Tidak Ada Noda atau Lipatan: Pastikan surat Anda bebas dari noda tinta, bekas jari, atau lipatan yang tidak rapi.

  • Susun Lampiran dengan Benar: Pastikan semua dokumen yang disebutkan di daftar lampiran sudah Anda sertakan dan tersusun rapi.

  • Lipat dengan Rapi: Jika surat akan dimasukkan ke amplop, lipat surat Anda dengan rapi menjadi dua atau tiga bagian yang sama besar. Jangan melipatnya secara asal.

  • Tulis Alamat Amplop dengan Jelas: Gunakan tulisan tangan yang sama rapi dan jelas untuk menulis alamat pengirim dan penerima pada amplop.

  • Simpan Salinan: Sebelum mengirim, fotokopi atau foto surat lamaran kerja tulis tangan Anda. Ini berguna sebagai arsip dan referensi jika Anda dipanggil wawancara.

Tips Praktis Menerapkan Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

Menerapkan teori di atas mungkin terasa menantang, terutama jika Anda tidak terbiasa menulis tangan dalam waktu lama. Berikut adalah beberapa tips yang akan sangat membantu Anda:

  • Latihan Menulis: Jika tulisan tangan Anda sudah lama tidak diasah, luangkan waktu untuk berlatih menulis di kertas kosong sebelum menulis surat yang sebenarnya. Latih kerapian dan konsistensi.

  • Gunakan Garis Bantu: Jika Anda kesulitan menjaga agar tulisan tetap lurus di kertas polos, letakkan selembar kertas bergaris di bawah kertas surat lamaran Anda. Garis-garis tersebut akan tembus pandang dan bisa menjadi panduan sementara.

  • Tulis dalam Kondisi Tenang: Cari tempat yang tenang dan bebas gangguan. Menulis surat lamaran membutuhkan fokus dan kesabaran.

  • Istirahat Sesekali: Jika tangan Anda pegal atau pikiran mulai buyar, berhentilah sejenak. Ambil napas, regangkan tangan, lalu lanjutkan. Ini mencegah Anda membuat kesalahan karena kelelahan.

  • Siapkan Lebih dari Satu Lembar Kertas: Selalu siapkan beberapa lembar kertas cadangan jika Anda membuat kesalahan. Jangan pernah menganggap satu lembar cukup.

FAQ Seputar Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

Ada beberapa pertanyaan umum yang sering muncul seputar surat lamaran kerja tulis tangan. Mari kita bahas agar tidak ada lagi keraguan di benak Anda.

Q1: Kapan saya harus menggunakan surat lamaran tulis tangan?

Anda harus menggunakan surat lamaran tulis tangan jika:

  • Lowongan pekerjaan secara eksplisit memintanya.

  • Anda melamar ke perusahaan yang memiliki budaya tradisional atau menghargai sentuhan personal.

  • Anda merasa surat tulis tangan akan memberikan nilai tambah dan membuat Anda menonjol, meskipun tidak diminta secara spesifik (namun, ini harus dipertimbangkan dengan cermat agar tidak salah sasaran).

Q2: Apakah tulisan tangan saya harus sangat indah seperti kaligrafi?

Tidak perlu. Yang terpenting adalah tulisan Anda jelas, rapi, dan mudah dibaca oleh siapa saja. Konsistensi ukuran huruf dan spasi jauh lebih penting daripada keindahan artistik.

Q3: Bagaimana jika saya membuat kesalahan saat menulis? Bolehkah saya mengoreksinya?

Sama sekali tidak disarankan untuk mengoreksi kesalahan (tipe-x atau mencoret) pada surat lamaran kerja tulis tangan. Ini akan mengurangi kesan profesionalisme dan ketelitian Anda. Jika Anda membuat kesalahan, mulailah menulis ulang di lembar kertas baru.

Q4: Bolehkah menggunakan kertas bergaris untuk menulis surat lamaran?

Sebaiknya tidak. Kertas polos memberikan kesan yang lebih formal dan profesional. Jika Anda membutuhkan panduan agar tulisan tetap lurus, gunakan teknik meletakkan kertas bergaris di bawah kertas polos sebagai tembusan, lalu singkirkan setelah selesai menulis.

Q5: Berapa panjang ideal surat lamaran kerja tulis tangan?

Idealnya, surat lamaran kerja tulis tangan tidak lebih dari satu halaman A4. Usahakan untuk menyampaikan semua informasi penting secara ringkas dan padat. Jika memang tidak memungkinkan, dua halaman adalah batas maksimal, namun pastikan setiap kata bernilai.

Kesimpulan

Membuat surat lamaran kerja tulis tangan mungkin terasa seperti tantangan di tengah dominasi digital. Namun, ini adalah peluang Anda untuk menunjukkan dedikasi, ketelitian, dan sentuhan personal yang unik. Ini bukan sekadar menulis, melainkan seni menyampaikan diri dengan sepenuh hati.

Dengan mengikuti panduan ini, mulai dari persiapan awal, struktur yang tepat, pemilihan material, hingga kerapian tulisan dan isi yang persuasif, Anda akan mampu menciptakan surat lamaran kerja tulis tangan yang tidak hanya memenuhi syarat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.

Jadi, jangan ragu. Ambil pena Anda, mulai draf, dan tunjukkan kepada perusahaan bahwa Anda adalah kandidat yang luar biasa, dengan perhatian terhadap detail yang akan membawa nilai nyata!

Ups ingat jangan copas !!